Senin, 13 Mei 2013

elamat Datang Di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah
Kami menyambut kunjungan Anda dengan memberikan kemudahan dan kenyamanan. Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi bagian layanan informasi kami, yang siap melayani anda.
Perkenankanlah kami untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu kami terus berusaha untuk melengkapi dan meningkatkan kualitas pelayanan serta Sumber Daya yang kami miliki.
Rumah Sakit Syarif Hidayatullah adalah rumah sakit swasta yang telah melayani masyarakat sejak tahun 1961. Berawal dari sebuah Klinik kecil dilingkungan UIN (IAIN) yang kemudian berkembang menjadi Rumah Sakit swasta pratama ditahun 2007.Lokasi Rumah Sakit kami sangat startegis terletak di Jl. Ir. H. Djuanda No. 95 Ciputat.

Sejarah Rumah Sakit Hidayatullah
Berdirinya Rumah Sakit Syarif Hidayatullah ( RSSH ) diawali dari adanya sebuah kebutuhan dikalangan mahasiswa dan pegawai IAIN (sekarang UIN) beserta keluarganya terhadap pelayanan kesehatan di wilayah Ciputat
  • Corps kesehatan Mahasiswa 1962
  • Berdiri sebuah BKIA dan RB 1969
  • Puskes IAIN, dikelola IAIN 1976
  • Puskes IAIN, dikelola Yayasan 1986
  • Klinik Syarif Hidayatullah 1990
  • Rumah Sakit Syarif Hidayatullah 2007

Visi Rumah Sakit Syarif Hidayatullah
Menjadi rumah sakit bernuansa Islam yang memiliki citra positif dan mampu memberikan pelayanan secara paripurna kepada masyarakat

Misi Rumah Sakit Syarif Hidayatullah
  1. Melaksanakan integralisasi nilai Islam ke seluruh aspek manajemen pelayanan.
  2. Mengembangkan sumber daya manusia Islami yang tanggu, handal dan berakhlak mulia.
  3. Mengupayakan kepuasan dan kesan mendalam kepada pelanggan secara berkelanjutan.
  4. Memberikan dukungan dalam penyediaan fasilitas pendidikan dan pelatihan dibidang medis/kesehatan kepada masyarakat.
  5. Menjadi bagian integral dari jaringan pelayanan kesehatan nasional
PERMATA BUNDA  awal berdirinya pada tahun 1998 bernama Yayasan Bina Medika, 2 tahun kemudian berubah nama menjadi PERMATA BUNDA di bawah naungan PT. Surya Sehat Gemilang.
PERMATA BUNDA bergerak dibidang Rumah Sakit Umum, memiliki 7 cabang Klinik & Rumah Bersalin yang tersebar di wilayah Bekasi. Saat ini telah bekerjasama dengan hampir 90%  Asuransi Kesehatan dan Perusahaan besar berskala nasional.
Visi : Menjadi 15 Besar tempat pelayanan kesehatan swasta nasional di Indonesia pada tahun 2020
Misi: Menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang diminati masyarakat dengan pelayanan optimal serta didukung teknologi modern, efektif, dan efisien.
Berbasis budaya etos kerja Sumber Daya Manusia unggul, dinamis dan harmoni.
Menjunjung tinggi nilai-nilai Etika dan Peduli Sosial kepada lingkungan masyarakat sekitar.
Motto : DEKAT & TEPAT menuju sehat

Sejarah

Rumah Sakit yang dibangun tahun 1917 sebagai tempat pelayanan militer dan umum Belanda, tahun 1942 khusus merawat orang I tentara Jepang, diubah menjadi RS PMI Magelang 1945 diganti menjadi RSU Wates, Magelang pada 1 Januari 1947. Menjadi RST Divisi III sejak diserah terimakan kepada kepala DKT Dlvisi III tanggal 1 Maret 1948. Kemudian untuk mengenang jasa Letkol dr. Soedjono yang gugur melawan Belanda, rumah sakit ini diganti namanya menjadi Rumah Sakit dr. Soedjono tanggal 1 Nopember 1973.
Sejak didirikan sampai dengan tahun 1980 kondisi bangunan Rumah Sakit tidak mengalami perubahan, baru pada tahun 1981 ada penambahan bangunan poliklinik dan UGD. Tahun 1986 penambahan kamar bedah sentral serta dibukanya pintu gerbang timur yang bertujuan tidak saja untuk melayani anggota TNI tetapi juga penderita umum.

Sejarah

Pada April 1993 awalnya berupa Puskesmas dengan tempat perawatan berubah menjadi RSUD kelas D lewat Perda Kota Bandung No. 928 Tahun 1992. Kemudian pada Desember 1998, RSUD kota Bandung dinilai telah memenuhi persyaratan menjadi RSUD Kelas C lewat SK Menteri Kesehatan No. 1373/Menkes/SK/XII/98. Status kelembagaan RSUD berubah pada Desember 2000 dari UPT DKK menjadi Lembaga Teknik Daerah yang bertanggung jawab langsung kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Perubahan tersebut didasari oleh Perda Kota Bandung No. 10 Tahun 2000. Kemudian sejak tahun 2007, pemerintah pusat memberikan Status Akreditasi Penuh Tingkat Dasar dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia lewat SK MenKes RI No : YM.01.10 / III /1148 /2007. Dengan demikian, RSUD kota Bandung merupakan organisasi yang berada dalam naungan Pemerintah Kota Bandung yang memiliki struktur organisasi sendiri yang operasionalnya memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. [1]
Pada saat ini RSUD Kota Bandung adalah RSUD Kelas C, namun Walikota Bandung Dada Rosada pada bulan Januari tahun 2012 menyatakan bahwa RSUD Kota Bandung harus ditingkatkan menjadi RSUD Kelas B. [2] [3]
Organisasi RSUD Kota Bandung diatur dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Dan Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung. [4] RSUD Kota Bandung dipimpin oleh seorang direktur, yang pada saat ini dijabat oleh Dr. Bambang Suhardijanto, Sp.OG. [5]

Tugas Pokok

Melaksanakan upaya kesehatan secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan.

Fungsi

  • Menyelenggarakan pelayanan medis;
  • Menyelenggarakan pelayanan penunjang medis dan non medis;
  • Menyelenggarakan pelayanan asuhan keperawatan;
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan;
  • Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan;
  • Menyelenggarakan pelayanan administrasi dan keuangan;
  • Menyelenggarakan pelayanan rujukan.

Fasilitas

RSUD Bandung mempunyai 12 Poliklinik yaitu : Umum, Anak, Bedah, Penyakit Dalam, Kandungan, Gigi, Gizi, THT, Kulit & Kelamin, Mata, Saraf, VCT. Dan 5 Ruang Perawatan yaitu : Anak, Penyakit Dalam, Bedah, Kebidanan, Perinatal, ICU.

Catatan Kaki

  1. ^ Mardiman, Saktiono (21 October 2011). "Pembangunan Sistem informasi Operasional Rumah Sakit Berbasis Client Server Di Rumah Sakit umum Daerah Kota Bandung". Universitas Komputer Indonesia. p. 9. Diakses 29 December 2012.
  2. ^ "Status RSUD Ujungberung Harus Ditingkatkan Jadi B". Bandung: Pikiran Rakyat. 20 January 2012. Diakses 29 December 2012.
  3. ^ "RSUD Kota Bandung naik kelas". Bandung: Bisnis Jabar. 20 January 2012. Diakses 29 December 2012.
  4. ^ Rosada, Dada (4 Desember 2007). "Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Dan Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung". Diakses 29 December 2012.
  5. ^ "Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung". Bandung. Diakses 29 December 2012.

Pranala Luar

Sejarah

Yayasan RS MH Thamrin didirikan pada 13 September 1979 oleh Dr. H. Abdul Radjak, DSOG berkedudukan di Jl. Salemba Tengah 26-28 Jakarta Pusat. Dr. H. Abdul Radjak, DSOG adalah pendiri sekaligus sebagai Ketua dari Yayasan RS. MH. Thamrin.
Yayasan RS MH Thamrin merupakan partisipasi masyarakat dalam meneruskan cita-cita pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia khususnya masyarakat Betawi yang bergerak di bidang palayanan kesehatan dan pendidikan tenaga kesehatan.
Sejak berdiri sampai dengan sekarang yayasan telah memiliki/mengelola 3 rumah sakit dan 7 klinik bersalin/klinik 24 jam yang lokasinya tersebar diseluruh Jabotabek. Dibidang tenaga kesehatan pada saat ini yayasan memiliki program pendidikan D-III sebanyak 6 untuk tenaga kesehatan, 1 Sekolah Tinggi tenaga kesehatan dan 2 Sekolah Tinggi non Kesehatan.
Dimana untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut yayasan mempekerjakan secara penuh + karyawan dari berbagai bidang keahlian dan profesi 119.82.227.3 09:01, 24 Juni 2008 (UTC)Yono Maulana

RS. MH THAMRIN CILEUNGSI

Rumah Sakit MH Thamrin Cileungsi adalah bagian dari badan usaha milik Yayasan Rumah Sakit Muhammad Husni Thamrin Jakarta yang telah berdiri sendiri dengan nama Yayasan Rumah Sakit Muhammad Husni Thamrin (MH Thamrin) Cabang Cileungsi.
Yayasan Rumah Sakit MH Thamrin Cileungsi didirikan pada tanggal 27 September 2000 dengan Akte Notaris No. 4 oleh Notaris Nana Zaenah SH yang berkedudukan di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Maksud dan tujuan Yayasan RS MH Thamrin Cileungsi adalah mendirikan atau membangun dan menjalankan rumah sakit dan usaha-usaha lain dalam bidang kesehatan, serta meningkatkan pendidikan tenaga-tenaga kesehatan.

Sesuai dengan keputusan Badan Pengurus Yayasan RS MH Thamrin Jakarta, ditunjuk sebagai Direktur RS MH Thamrin Cileungsi adalah Drg. Abdul Firman.

Klinik dan Ruang Perawatan

Poliklinik rawat jalan yang dimiliki oleh RS MH Thamrin Cileungsi sangat lengkap diantaranya adalah
 - Poli Anak
 - Poli Penyakit Dalam
 - Poli Kebidanan dan Kandungan
 - Poli Bedah Umum
 - Poli Orthopedi
 - Poli Bedah Anak
 - Poli Bedah Tumor
 - Poli Bedah Syaraf
 - Poli Bedah Mulut
 - Poli Urologi
 - Poli Syaraf
 - Poli Jantung
 - Poli Paru
 - Poli THT
 - Poli Mata
 - Poli Kulit dan Kelamin
 - Klinik Alergi


Untuk Rawat Jalan RS MH Thamrin Cileungsi memiliki
 - Unit Gawat Darurat (UGD)
 - Poli Umum
 - Medical Check Up (MCU)
 - Gigi dan Mulut
     - Ortodonti
     - Prostodonti
     - Konservasi

Untuk melayani pasien-pasien yang membutuhkan perawatan khusus, RS MH Thamrin Cileungsi memiliki
 - Kamar Operasi (OK)
 - Intensive Care Unit (ICU)
 - Intensive Coronary and Cardiac Unit (ICCU)
 - Pediatric Intensive Care Unit (PICU)
 - Perinatologi

Sedangkan kamar perawatan yang dimiliki oleh RS MH Thamrin Cileungsi adalah sebagai berikut
 - VIP / Emerald : 4 kamar dengan 1 tempat tidur
 - Kelas I / Saphire : 8 kamar masing-masing terdiri dari 2 tempat tidur 
 - Kelas II / Ruby : 6 kamar masing-masing terdiri dari 3 tempat tidur
 - Kelas III / Topaz : 5 kamar masing-masing terdiri dari 4 tempat tidur dan 1 kamar khusus untuk  anak-anak dengan 7 tempat tidur
 - ICCU : 6 tempat tidur
 - ICU / IW : 9 tempat tidur
 - Perinatologi : 6 tempat tidur

Penunjang Medis

Fasilitas dan pelayanan lainnya yang dimiliki oleh RS MH Thamrin Cileungsi adalah Penunjang Medis seperti :
 - Laboraturium 24 jam
 - Radiologi 24 jam
 - CT Scan
 - C-Arm
 - Apotek 24 jam
 - Fisioterapi
 - Endoskopi
 - Ambulance 24 jam
 - Kamar Jenazah

Dengan konsep yang dibuat senyaman mungkin RS MH Thamrin Cileungsi memberikan suasana seperti rumah sendiri. Bagi keluarga pasien yang menunggu atau membesuk dapat beristirahat di Resto EmHaTe yan g menyajikan berbagai macam hidangan sambil surving Internet gratis. Bagi anda kaum Ibu yang membawa anak-anak dapat menikmati Area Permainan Anak (Playland) secara gratis pula, semua ini kami berikan karena kami peduli dan percaya bahwa pasien dan keluarganya adalah Prioritas.

Home Care adalah salah satu paket perawatan kesehatan bagi pasien yang ingin dirawat dirumah sendiri, bagi pasien dan keluarganya yang menginginkan perawatan dirumah, dapat menghubungi RS MH Thamrin Cileungsi dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku

Klinik Eduaksi Diabetes RS MH Thamrin Cileungsi adalah sebuah klinik Edukasi serta Konsultasi bagi para penderita Diabetes. Klinik Edukasi diabetes ini dibuka sebagai tempat berbagi informasi, pendidikan, serta konsultasi bagi para penderita diabetes. Dimana dalam kegiatannya Klinik Edukasi Diabetes RS MH Thamrin Cileungsi memberikan solusi bagi bagi anda para penderita Diabetes Militus (DM)tidak perlu lagi merasa kebingungan untuk mengatur Pola Hidup sehat Anda karena RS MH Thamrin Cileungsi kini telah membuka Klinik Edukasi Diabetes. yaitu sebuah klinik / forum diskusi, konsultasi juga Edukasi mengenai Diabetes Militus. dengan Tema " Hidup Sehat dengan Diabetes" RS MH Thamrin Cileungsi memberikan solusi kepada anda para penderita Diabetes Militus sehingga tidak perlu lagi merasa hidupnya terkekang dan bisa menikmati Kehidupan sama seperti manusia normal pada umumnya. Pada Klinik Edukasi ini akan diberikan pengarahan-pengarahan yang diberikan oleh dokter-dokter spesialis bagaimana menjalani hidup dengan Diabetes. sehingga Diabetes bukan lagi halangan untuk menikmati Indahnya Kehidupan.

Bagi para penderita Diabetes Militus (DM) tentunya harus mengatur Pola makan dengan tepat dan benar. benar dalam takaran, jumlah, waktu dan komposisinya. jika anda merasa bingung dan mengalami kesulitan dalam mengatur Pola makan, RS MH Thamrin Cileungsi membuka Klinik Konsultasi Gizi yang diperuntukan bagi penderita Diabetes Militus (DM), serta Kesehatan dan Pola makan untuk Anak.

ALERGI BISA DIATASI, MENGAPA TIDAK ? Menggunakan metode BIOFISIKA, tes dan terapi alergi menjanjikan kenyamanan karena tanpa suntik, tanpa sakit, tanpa obat dan untuk semua usia. Klinik Alergi RS MH Thamrin Cileungsi menggunakan Teknologi Jerman yaitu dengan menggunakan BIO Resonansi. Alat yang digunakan dalam terapi bioresonansi disebut BICOM (Bio Communication) 2000. Alat ini ditemukan oleh Hans Brugemann dari Jerman sekitar tahun 1976, dan dipopulerkan oleh Dr Peter Schumacher untuk menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan alergi. Klinik Alergi RS MH Thamrin Cileungsi dibawah BIO-E Indonesia ( Bio-Energy Indonesia ) dan Dokter yang menangani di Klinik Alergi RS MH Thamrin Cileungsi telah mendapatkan Sertifikasi BIO-E dan mendapatkan pelatihan di Jerman.
CT Scan (Computerised Tomography Scanning), kini telah tersedia di RS MH Thamrin Cileungsi, tidak perlu lagi keluar negeri... Dengan teknologi canggih dan mutakhir di bidang CT Scan yang dapat melihat dengan jelas dan detail secara noninvasive (tanpa katerisasi jantung) keadaan pembuluh darah jantung koroner serta plak (tumpukan kolesterol) penyebab penyempitan pembuluh darah. CT Scan dapat digunakan untuk pemeriksaan organ-organ dalam tubuh manusia seperti jantung, leher, perut (untuk hati, limpa, pankreas, kandung empedu, usus, saluran kemih), tulang dan pembuluh darah lainnya. Pemeriksaan CT Scan sangat diperlukan untuk mengetahui keadaan organ dalam tubuh, dan untuk menentukan langkah-langkah yang harus diambil misalnya operasi.

Selain berbagai Pelayanan kesehatan yang telah disebutkan diatas RS MH Thamrin Cileungsi juga memberikan pelayanan penunjang medis Ambulance 24 jam dengan pelayanan antar daerah dan lintas pulau. Untuk antar daerah yaitu wilayah Jawa sampai Surabaya. Sedangkan untuk Lintas pulau sampai dengan pulau Sumatra.
Rumah Sakit Advent Medan merupakan sebuah yayasan Sumah Sakit yang berada dalam naungan Organisasi Advent yang berdiri tahun 1969

Daftar isi

Sejarah

Tanggal 6 Mei 1955, dr.Elisha Liwidjaja/Lie Sek Hong membeli setapak tanah seluas 6100m2 yang terletak di jalan binjai Km.4 Medan. Pembelian tanah yang pertama diikuti dengan pembelian setapak demi setapak sehingga satu tahun kemudian tepatnya tanggal 24 Mei 1956 luas tanah seluruhnya meliputi 25.000 m2.
Bertahun-tahun lamanya tanah seluas itu kosong, sehingga mengundang orang-orang yang tidak bertanggung jawab menempatinya secara liar. Untuk mengatasinya pada empat tahun kemudian tepatnya pada tanggal 6 April 1960, bangunan Gereja dengan ukuran 8x13 m2 mulai didirikan dan resmi digunakan tanggal 5 November 1960.
Tahun demi tahun berjalan terus, namun dana tidak kunjung tiba. Menyadari sebuah Rumah Sakit membutuhkan sumber daya manusia, maka dr. Elisha Liwidjaja membuka sekolah Pengatur Rawat Advent Jl. Martapura No.45 dengan Bapak F.L Tobing, pensiunan kepala Sekolah Perawat menjadi Kepala Sekolah. Tangga 21 Mei 1967 18 Calon perawat berhak memakai topi perawat dan 2 February 1970 enam orang perawat berhasil menyelesaikan pendidikan Mereka.

Direktur

Direktur yang pernah bertugas:
Tahun 1969-1980 : dr. Elisha Liwidjaja
Tahun 1980-1982 : Pdt. P.L. Tambunan
Tahun 1982-1984 : dr. Elisha Liwidjaja
Tahun 1984-1989 : dr. VEP. Manullang
Tahun 1989-2 Bln: dr. S. Tomarere MHA
Tahun 1989-1995 : dr. Edi Antou
Tahun 1995-1997 : drg. Glinawaty Liwidjaja
Tahun 1997-2008 : dr. Reuben VT. Supit
Tahun 2008-2010 : drg. Glinawaty Liwidjaja
Rumah Sakit Advent Medan pada tanggal 10 Juni 1998 diresmikan gedung Elisha berlantai 3 untuk pelayanan pasient dan administrasi rumah sakit dan memasuki tahap pengembangan Komprehensif dalam Rencana Strategi Tahun 2001 - 2005. Pada Tanggal 8 September 2002 diresmikan lagi ruangan Rawat Inap II yang diberi nama Executive Wing terdiri dari 9 kamar dimana kamar kelas 1, VIP dan Super VIP.
Pada Tanggal 17 Agustus 2004 yang bertepatan dengan hari jadinya Republik Indonesia diresmikan Ruangan Perkantoran yang baru di Gedung Elisha Lantai II.

Pelayanan medis

Rawat jalan

Rawat jalan dibukan dari jam 08:00 - 19:00 LC (Local Time) dengan fasilitas yang memadai dan Dokter yang siap melayani pasient. Rawat jalan ini memiliki Gedung Khusus di Lantai II.

Rawat inap

Rawat Inap juga tersedia 54 Bed, Termasuk bangsal, Kelas, VIP dan Super VIP. Jumlah Perawat yang bertugas 24 Jam Siapa melayani pasien. ruang perawatan yang didukung oleh pelayanan kerohanian untuk pasien. Ruang Perawatan RSAM: Ruang Perawatan Penyakit Dalam, Ruang Perawatan Bedah, Ruang Perawatan anak, Ruang Perawatan Kebidanan, Ruang Perawatan Khusus dan Intensive Care Unit.

Penunjang diagnostik

Rumah Sakit Advent medan Memiliki peralatan yang cukup memadai. Khususnya Laboratoium dan juga X-Ray

Pengobatan dan terapi

Fisioteraphy juga menjadi sarana yang baik, karena alat yang sudah memadai.

Program unggulan

Wellness

Dewasa ini banyak orang menderita penyakit yang sebenarnya bisa dicegah atau dipulihkan dengan penanganan pola hidup yang baik. Program kebugaran di rumah sakit ini berfokus pada:
  • Penurunan dan pengendalian berat badan
  • Pembalikan penyakit jantung
  • Pembalikan hipertensi
  • Pemulihan gangguan auto-imun
  • Pengendalian diabetes
  • Berhenti merokok
  • Pencegahan kanker

Afilisasi

Rumah Sakit Advent Medan adalah bagian dari Adventist Health System, organisasi pelayanan perawatan kesehatan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Organisasi ini merupakan jaringan yang mencakup semua rumah sakit Advent di seluruh dunia.

Dalam pemberitaan

Tahun 2008, RSA Medan mempekerjakan 4 orang dokter tanpa Surat Izin Praktek, 30 orang perawat tanpa Surat Izin Kerja, 4 analis dan 1asisten apoteker tanpa Surat Izin Kerja.[1]

Lihat pula

Pranala luar

Rujukan

  1. ^ ________, "Empat Dokter, 30 Perawat RS Advent Tidak Punya Izin", Waspada Online, 8 Mei 2008, http://www.waspada.co.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=17988
Kategori:
Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS.MMC)  dibangun dan resmi beroperasi pada tanggal 22 Agustus 1987 di kawasan segitiga emas Kuningan Jakarta Selatan.
Didukung lebih dari 130 dokter spesialis dan sub spesialis yang han- dal dan profesional di bidangnya, serta memiliki beberapa pilihan ruang rawat inap mulai dari VIP Superior, VIP Deluxe, VIP, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III; RS.MMC menganut sifat akut dan sub akut; spesialistik dan sub spesialistik dalam pelayanannya.
pelayanan Penunjang la 03 150x150 Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS.MMC) Jakarta resepsionis medical checkup 01 300x172 Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS.MMC) Jakarta pelayanan Medik vip me 03 300x162 Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS.MMC) Jakarta
Poliklinik buka Hari Minggu & Hari Libur :
• Dokter Umum
• Spesialis Anak
• Spesialis THT (dengan perjanjian)
SPESIALIS KESEHATAN ANAK (PEDIATRY)
SPESIALIS BEDAH (SURGERY) :
• Spesialis Bedah Umum (General Surgery)
• Spesialis Bedah Saraf (Neurologic Surgery)
• Spesialis Bedah Plastik (Plastic Surgery)
• Sub Spesialis Bedah Pencernaan (Digestive Surgery)
• Sub Spesialis Bedah Tumor (Oncologic Surgery)
• Sub Spesialis Bedah Anak (Pediatric Surgery)
• Sub Spesialis Bedah Pembuluh Darah (Vascular Surgery)
• Sub Spesialis Bedah Saluran Kemih (Urologic Surgery)
• Spesialis Bedah Orthopedi & Traumatologi (Orthopedic &
Traumatologic Surgery
)
SPESIALIS KEBIDANAN – KANDUNGAN (OBSTETRICS GYNECOLOGY)
SPESIALIS PENYAKIT DALAM (INTERNAL MEDICINE) :
• Spesialis Penyakit Dalam (Internal Medicine)
• Sub Spesialis Penyakit Alergi & Imunologi (Allergy & Immunology)
• Sub Spesialis Penyakit Darah & Onkologi Medik (Hematology & Medical
Oncology
)
• Sub Spesialis Penyakit Endokrin & Metabolik (Metabolic Disorder &
Endocrinology
)
• Sub Spesialis Penyakit Ginjal / Hipertensi (Nephrology / Hypertension)
• Sub Spesialis Penyakit Hati (Hepatology)
• Sub Spesialis Penyakit Infeksi & Tropik (Infective & Tropical Disease)
• Sub Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah(Cardiology)
• Sub Spesialis Penyakit Rematik dan Sendi (Rheumatology)
• Sub Spesialis Penyakit Saluran Pencernaan (Gastroenterology)
SPESIALIS PENYAKIT MATA (OPHTHALMOLOGY)
SPESIALIS PENYAKIT THT (ENT)
SPESIALIS PENYAKIT SARAF (NEUROLOGY)
SPESIALIS PENYAKIT PARU (PULMONOLOGY)
SPESIALIS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN (DERMATO-VENEROLOGY)
SPESIALIS KEDOKTERAN JIWA (PSYCHIATRY):
• Spesialis Psikiatri
• Sub Spesialis Psikiatri Anak (Pediatric Psychiatry)
SPESIALIS REHABILITASI MEDIK (MEDICAL REHABILITATION)
SPESIALIS GENETIKA KEDOKTERAN & ANDROLOGI (MEDICAL GENETIC & ANDROLOGY)
SPESIALIS AKUPUNTUR (ACCUPUNCTURE)
DOKTER GIGI (DENTISTRY) :
• Umum (General Dentistry)
• Spesialis Bedah Mulut (Oral Surgery)
• Spesialis Orthodonti (Orthodentistry)
SPESIALIS KEDOKTERAN KELAUTAN (MARITIME MEDICINE SPECIALIST)
SPESIALIS ANESTESIOLOGI
DOKTER UMUM (GENERAL PRACTITIONER)
PSIKOLOGI (PSYCHOLOGY)

Alamat Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS.MMC) Jakarta

Alamat/Address
Jl. H.R Rasuna Said Kav. C 20-21
Kuningan, Jakarta 12940
Phone : 021 520 3435
Fax : 021 520 3417-527 6903
Email : mmc@rsmmc.co.id
Website : www.rsmmc.co.id
Unit Gawat Darurat/Emergency Room
021-5273473 (Direct line)
021-5203435
Pendaftaran Rawat Inap/Admission
Ext. 1134, 1154
Pendaftaran Rawat Jalan (Poliklinik) /Reception
Ext. 1101, 1102
Laboratorium/Laboratory
Ext. 1103, 1320
Humas/Public Relation
Ext. 1130, 1159
Radiologi/Radiology
Ext. 1105, 1155
Rumah Sakit Bernuansa Modern dengan fasilitas canggih  dan Lengkap , terletak di tengah kota Surabaya ,
Pelayanan Unggulan
Rumah sakit Mitra Keluarga mempunyai beberapa layanan unggulan antara lain
01. BRAIN & SPINE CENTER  : Pelayanan Brain & Spine Center merupakan pelayanan terpadu antar spesialis yang dimotori oleh para ahli bedah saraf yang kompeten dibidangnya.
02. CT SCAN 64 SLICES : Teknologi canggih untuk mendeteksi penyempitan pembuluh darah jantung tanpa rasa nyeri, aman, lebih cepat, lebih ekonomis, proses scanning dalam 5 detik.
03. LABORATORIUM KATETERISASI :  Tindakan yang dapat dilakukan antara lain : Diagnostik Invasive & Intervensi Non Bedah.
04. BONDENSITOMETER :peralatan canggih yang siap membantu untuk mengukur densitas massa tulang dengan ketepatan 99%.
05. MRI Signa HDxt 1,5 Tesla :  Suatu alat pencitraan terbaru dengan kualitas gambar optimal non radiasi, tanpa rasa nyeri.
06. MAMMOGRAFI : Suatu alat yang dapat mendeteksi dan jalan terbaik untuk melindungi diri melawan kanker payudara.
07. USG 4 DIMENSI : Jenis Pemeriksaan untuk mengetahui secara dini kelainan pada janin
MRI 300x173 Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya bondensitometer 300x204 Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya
Fasilitas Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya
  1. Diagnostik Canggih
    • Angiografi
    • Laparaskopi
    • Endoskopi : gastroskopi dan kolonoskopi anak dan dewasa
    • Treadmill
    • EEG (rekam otak)
    • MRI 1,5 Tesla HDxt
    • CT Scan 64 Slices
    • USG 4D
  2. Farmasi/24 jam
  3. Hemodialisa
  4. Kamar Bersalin
  5. Kamar Operasi
  6. Kamar Bayi
  7. Laboratorium
    • Patologi klinik : Kimia, Imunology, Urine, Feces dll
    • Patologi anatomi : Pap Smear/FNAB/Frozen/Biopsi
  8. Medical Check Up
  9. Ruang Perawatan Khusus
    • ICU/ICCU/IMT
    • NICU/NINT/Perinatology/PICU
    • Isolasi
  10. Klinik pesialis
  11. Radiologi :
    • Rontgen / Fluoroskopi
    • USG Color Doupller
    • Bonedensitometri
    • Foto Gigi/ Dental X-Ray
  12. UGD dan ambulance
  13. Ruang perawatan :
    • SVIP
    • VIP
    • Kelas I Utama
    • Kelas I Umum/ Kebidanan/ anak
    • Kelas IIA Umum / kebidanan/ anak
    • Kelas II Umum /kebidanan/anak
    • Kelas IIIA Umum/kebidanan/anak
    • Kelas III Umum/kebidanan/anak
Rumah Sakit Ibu dan Anak Graha Permata Ibu (RSIA Graha Permata Ibu) adalah sebuah rumah sakit yang berada di Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia.
RSIA Grha Permata Ibu, Depok didirikan pada tanggal 8 Juli 2004 atas prakarsa PT. Permata Husada Sakti.
RSIA Grha Permata Ibu, Depok awalnya merupakan Klinik Permata Ibu yang beroperasi pada tahun 2001 untuk memberikan pelayanan kesehatan melalui Dharma Husada Sakti, yaitu berupa poliklinik rawat jalan terutama melayani poliklinik umum dan poliklinik gigi. Poliklinik ini dalam perjalannya mengalami perkembangan cepat sehingga dibuka poliklinik kebidanan & kandungan dan kesehatan anak. Seiring dengan tuntutan dan permintaan masyarakat yang terus meningkat serta perkembangan kota Depok yang cepat maka dibuatlah perencanaan Rumah Sakit Ibu & Anak Grha Permata Ibu pada tahun 2003, awal tahun 2004 dimulailah pekerjaan konstruksi dan selesai pembangunannya pada tahun 2005.
Rumah Sakit Medistra adalah rumah sakit swasta yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Daftar isi

Pelayanan

Sebagaimana rumah sakit pada umumnya, RS Medistra juga melayani berbagai bentuk perawatan seperti rawat inap, rawat jalan, poliklinik umum, poliklinik spesialis, dan pemeriksaan penunjang (radiologi, endoskopi, laboratorium, fisioterapi atau pemeriksaan kesehatan (medical check up))[1].

Kasus Medistra

Dalam beberapa tahun belakangan, ada beberapa kasus yang terjadi di RS Medistra, misalnya adalah dugaan malapraktik. Dugaan malapraktik ini terjadi ditahun 2004, saat itu RS Medistra dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan melakukan malapraktik terhadap pasiennya, Lexyono Hamsalim[2] [3]. Masih ditahun yang sama, RS Medistra juga dituduh telah melakukan salah diagnosis terhadap pasiennya, Mutia Rahmani Amalia, salah seorang korban pengeboman di Kedutaan Besar Australia[4]. Selain kedua kasus di atas, RS Medistra juga menghadapi tuduhan melakukan malapraktik lainnya, seperti dugaan malapraktik terhadap Sukma Ayu, salah seorang artis Indonesia yang sempat dirawat di RS itu pada tahun 2004[5].

Tenaga medis

  • Dokter umum tetap : 20 orang
  • Dokter spesialis residen : 3 orang
  • Dokter spesialis : 151 orang
  • Staf medis dan penunjang medis : 547 orang

Referensi

Pranala luar

Situs resmi
Rumah Sakit PGI Cikini (RS Cikini) adalah rumah sakit swasta yang tidak bertujuan untuk meraih keuntungan finansial (not-for-profit), berlokasi di Jalan Raden Saleh Nomor 40, Cikini, Jakarta Pusat, seluas 5,6Ha di tempat bersejarah yang sebelumnya merupakan rumah pelukis kenamaan Raden Saleh. RS PGI Cikini memberikan layanan kesehatan lengkap untuk berbagai bidang medis, baik untuk pasien rawat jalan, maupun pasien rawat inap dengan kapasitas sekitar 350 tempat tidur, di kamar rawat bernuansa taman. Sejak awal didirikannya pada tahun 1898, Rumah Sakit swasta yang kini berada dibawah naungan Yayasan Kesehatan PGI Cikini ini, menerima pasien tanpa membedakan asal-usul, ras, agama, dan kebangsaan. RS Cikini memberikan layanan kesehatan paripurna dengan sekitar 100 dokter spesialis dan super spesialis yang meliputi hampir seluruh bidang layanan medis. RS Cikini menerima pasien ASKES, dan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan, termasuk untuk layanan medical check-up.

Daftar isi

Rawat Jalan

Instalasi Rawat Jalan di RS Cikini memiliki poli spesialis yang lengkap. Dilengkapi dengan fasilitas rehab medis, poli gigi, klinik diabetes, one-day-care, renal unit, dan lain sebagainya. Unit rawat jalan ini juga memberikan pelayanan medical check-up bagi pribadi maupun perusahaan.

Rawat Inap

Pasien rawat inap dapat masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi 24 jam, atau melalui rujukan dokter dari Instalasi Rawat Jalan. Seluruh kamar rawat di RS Cikini berada di lokasi bernuansa taman. Tersedia tempat tidur kelas Super VIP sampai dengan kelas III. Kamar rawat Super VIP dan VIP tak ubahnya seperti villa pribadi yang berada di tengah taman di pusat kota Jakarta. Bangsal kelas III untuk pasien kurang mampu juga dilengkapi dengan nuansa taman.
Terdapat masing-masing bangsal khusus untuk anak-anak, bayi, ibu melahirkan, kamar operasi (OK), pasien pasca operasi, isolasi, high-care unit (HCU), intensive care unit (ICU), stroke unit (SU), bangsal neurologi.

Penunjang Diagnostik

RS Cikini memiliki peralatan penunjang diagnostik yang cukup lengkap. Laboratorium dengan peralatan terkini memberi layanan 24 jam, dengan hasil yang terkomputerisasi. Radiologi memiliki peralatan diagnostik terkini seperti mamografi, USG doppler, CT Scan, MRI, dan lain sebagainya. Terdapat pula peralatan diagnostik neurologi seperti EEG dan EMG.

Pengobatan dan Terapi

Depo farmasi RS Cikini melayani pasien 24 jam sehari. Selain itu terdapat pula layanan medis seperti laser mata, lasik mata, ESWL (pemecah batu ginjal dengan gelombang elektromagnetik, tanpa operasi). Renal unit RS Cikini beroperasi 24 jam memberikan layanan hemodialisis, juga dilengkapi dengan kamar dialisis VIP dan kamar dialisis isolasi. Klinik CAPD memberikan penyuluhan, pemasangan, penanganan, dan pemeliharaan dialisis CAPD (dialisis yang dapat dilakukan sendiri secara berkesinambungan).

Bidang Medis Unggulan

RS Cikini dikenal khususnya dalam bidang medis ginjal. Instalasi Ginjal dirintis oleh alm. Prof. R.P. Sidabutar sebagai unit Penyakit Dalam Ginjal dan Hipertensi (PDGH), yang bekerja sebagai sebuah tim medis. Prof. R.P. Sidabutar merupakan penyelenggara transplantasi ginjal pertama di Indonesia. Sejalan dengan itu, sebagian besar transplantasi ginjal di Indonesia dilakukan di RS Cikini oleh tim PDGH dan Urologi. RS Cikini membuat rekor MURI sebagai rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal dengan pasien yang hidup paling lama. Pemberian terapi dialisis, baik hemodialisis maupun CAPD dapat dilakukan secara terintegrasi.
Instalasi Syaraf dirintis oleh alm. Prof. S.M.L. Tobing, saat ini telah memiliki layanan penyakit syaraf terpadu dengan kelengkapan diagnosis melalui MRI, EEG, dan EMG. Stroke Unit RS Cikini dengan 18 tempat tidur, dilengkapi fasilitas neurorestorasi, diresmikan oleh Ibu Negara pada tahun 2007 silam, dengan nuansa taman khas RS Cikini.

Sejarah rumah sakit

Rumah Raden Saleh di Batavia tahun 1875-1885
Berdiri pada 12 Januari 1898 sebagai RS Ratu Emma (Vereniging voor Ziekenverpleging Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini), RS Cikini didirikan oleh Ny. Adriana Josina de Graaf-Kooman, istri misionaris Belanda, dengan tujuan untuk merawat orang-orang sakit dari berbagai golongan masyarakat tanpa memandang kedudukan dan untuk semua suku, bangsa, dan agama. Biaya pendirian rumah sakit diperoleh dari Ratu Emma, digunakan untuk membeli bekas rumah pelukis kenamaan Raden Saleh di Menteng (Huis van Raden Saleh). Nirin Ninkeulen dari Depok menjadi pribumi pertama yang bekerja sebagai tenaga medis di RS Ratu Emma. Rumah Sakit Ratu Emma berubah nama menjadi Rumah Sakit Tjikini pada 1 Agustus 1913.
Pada masa pendudukan Jepang, RS Cikini dijadikan Rumah Sakit Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Pasca pendudukan Jepang (Agustus 1945 - Desember 1948), RS Tjikini dioperasikan oleh RAPWI dan kemudian DVG, hingga akhir 1948 RS Cikini dikembalikan pengelolaannya kepada pihak swasta dipimpin oleh R.F. Bozkelman. Tahun 1957, pengelolaan Stichting Medische Voorziening Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini diserahkan kepada DGI (Dewan Gereja-gereja di Indonesia) dengan Prof. Dr. Joedono sebagai pimpinan sementara. Selanjutnya diangkat dr. H. Sinaga, sebagai direktur pribumi pertama RS Tjikini. Yayasan Stichting Medische Voorziening Koningen Emma Ziekenhuis Tjikini kemudian diubah namanya menjadi Yayasan Rumah Sakit DGI Tjikini. Pada 31 Maret 1989, sehubungan dengan perubahan nama DGI menjadi PGI, dan adanya ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan, maka nama Yayasan RS DGI Tjikini disempurnakan menjadi Yayasan Kesehatan PGI Cikini.[1]
Yayasan Kesehatan PGI Cikini membawahi Rumah Sakit PGI Cikini, Akademi Perawat RS PGI Cikini (Akper Cikini), Pusat Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia RS PGI Cikini (PPSDM), dan Balai Kesehatan Masyarakat di Tanjung Barat.

Referensi

  1. ^ Dr. Poltak Hutagalung, Amir L. Sirait, Moxa Nadeak , “100 Tahun RS PGI Cikini, Dengan sentuhan kasih”, 10 Desember 1997
Kategori:
Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi adalah sebuah rumah sakit milik pemerintah Indonesia yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Dalam pelaksanaan pendidikan kedokteran, RSUP Dokter Kariadi berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Secara struktural, RSUP dr. Kariadi merupakan Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Departemen Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan yang mempunyai tugas menyelenggarakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu, dan berkesinambungan dengan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan dan upaya lain sesuai kebutuhan.

Daftar isi

Nilai-nilai

  • Kepercayaan
  • Integritas
  • Peduli
  • Profesional
  • Efisien
  • Kebersamaan

Filosofi

Dengan landasan kemanusiaan, motivasi, jujur, integritas yang tinggi akan mampu meningkatkan mutu pelayanan.

Sejarah Rumah Sakit

  • Periode 1925 – 1942 ( Masa Pemerintahan Hindia Belanda )
Pada tahun 1919 tercetuslah gagasan dan rencana dari dr. N.F. Liem untuk mengganti dan menggabungkan Rumah Sakit Kota ( “ Stadverband Ziekenhuis “ ) yang ada di Tawang dengan Rumah Sakit Kota Pembantu ( “ Hulp Stadverband Ziekenhuis “ ) di Alun – alun Semarang. Rencana tersebut dapat diwujudkan dengan membangun sebuah rumah sakit yang lebih besar di kota Semarang. Pembangunan Rumah Sakit dimulai pada tahun 1920 dan selesai lima tahun kemudian. Maka tepat pada tanggal 9 September 1925 lahirlah “ Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting “ yang terkenal dengan nama CBZ. Pada waktu itu kapasitas rumah sakit adalah 500 tempat tidur. Tempat perawatan orang sakit terdiri dari bangsal – bangsal besar yang menampung empat puluh lima tempat tidur. Fasilitas ruangan tersebut disesuaikan dengan penghidupan kaum “ Indlander “ pada Zaman itu. Beberapa spesialisasi sudah ada, yaitu bagian penyakit dalam, bagian bedah, bagian kebidanan dan penyakit kandungan. Rupa – rupanya perencana Ooiman Van Leeuwen dan Opzichter pelaksana Bapak Wijanarko sudah berfikir lebih jauh, sehingga dalam system bangunan – bangunan sudah tampak jelas pemisah antara poliklinik dan ruang perawatan nginap. Keadaan ini mungkin dapat diketahui setelah mereka melihat dan mempelajari bangunan – bangunan untuk tempat perawatan orang sakit, sekaligus telah dibangun pula asrama – asrama, dapur, pencucian, laboratorium, kamar obat, kantor administrasi dan garasi. Perumahan dokter dan karyawan perawatan dibangun mengelilingi rumah sakit, rupanya hal ini dirancang demi efisiensi. Tidak perlu sarana transportasi bagi pegawai yang memang masih langka pada zaman itu, disamping agar dapat dengan cepat bertindak dalam hal – hal yang bersifat gawat darurat. Sarana olah ragapun tidak luput dari pemikiran mereka, maka dibangun pula lapangan sepak bola. Direktur yang pertama memimpin rumah sakit ini ialah dr. N.F. Liem. Nama dr. Lie mini dan nama isterinya Liembergsma kemudian dipergunakan untuk nama jalan di kompleks perumahan tenaga perawatan. Pada mulanya rumah sakit ini mengutamakan pada fungsi pelayanan medis berupa pengobatan kuratif dan fungsi pendidikan paramedis. Dalam periode ini berdiri bagian – bagian yang baru, yaitu bagian mata, THT dan Kulit Kelamin. Hal ini dapat dilakukan berhubung dengan berdirinya Rumah Sakit Tentara di Semarang yang sudah mempunyai dokter ahli untuk bagian – bagian tersebut. Pendidikan paramedic yang dizaman itu terkenal dengan nama “ Mantri Verpleger ( ster ) dan vroedvrouw “ makin hari makin banyak memikat hati anak – anak Bumiputra, walaupun mereka mengetahui betapa keras dan ketatnya disiplin yang dijalankan oleh zuster – zuster Belanda. Menjadi murid pada zaman itu harus mempunyai mental yang sangat kuat dan harus disertai fisik yang betul – betul sehat, karena didalam duapuluh empat jam harus bekerja dari jam 17.00 sampai jam 05.00 pagi hari berikutnya. Tidak sedikit yang dipecat karena kesalahan yang kecil saja. Tetapi hal ini membawa hal – hal yang positif dikemudian hari, karena mantri – mantri CBZ Semarang kualitasnya dapat dibanggakan. Dibidang olah raga sepak bola, kesebelasan CBZ pernah mendapat tempat yang terhormat di tengah klub – klub yang ada di kota Semarang.
  • Periode 1942 – 1945 ( Zaman Pendudukan Jepang )
Pada masa pendudukan Jepang sejak tahun 1942 – 1945 rumah sakit tidak banyak mengalami perubahan. Penguasa Jepang membatasi diri, hanya meneruskan dan menjalankan usaha – usaha yang sudah ada. Dalam periode ini yang perlu dicatat ialah pindahnya poliklinik ( 1944 ) dari tempat lama yang semula berdampingan dengan kantor administrasi yang sekarang ke tempat yang baru ( unit rawat jalan yang lama ). Hal lain yang perlu dicatat bahwa pada masa tersebut tidak satupun orang Jepang yang bekerja di rumah sakit ini. Hal ini sangat menguntungkan, karena dengan demikian pemuda – pemuda rumah sakit dapat lebih leluasa menggabungkan diri dengan pejuang – pejuang lainnya di kota Semarang. Sesudah Jepang masuk, dokter – dokter Belanda ditawan dan untuk mengisi kekosongan pimpinan rumah sakit maka dr. Notokuworo bertindak sebagai Direktur. Tetapi tidak lama kemudian pimpinan rumah sakit dipegang oleh dr. Buntaran Martoatmodjo sampai tahun 1945. Dari sini dapat dilihat bahwa sejak pemerintah Hindia Belanda menyerah pada Jepang, rumah sakit ini sudah dipimpin oleh bangsa Indonesia sendiri. Pemerintah Jepang mengganti nama CBZ menjadi PURUSARA singkatan dari “ PUSAT RUMAH SAKIT RAKYAT “ yang dalam bahasa Jepang disebut “ Chuo Simin Byoing “.
  • Periode 1945 – 1950 ( Masa Revolusi / Peralihan )
Jepang kemudian dapat dikalahkan oleh Sekutu; dan pada saat yang bersamaan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Rupanya pihak Jepang hanya mau tunduk kepada Sekutu, akibatnya meletuslah pertempuran lima hari di kota Semarang. Dokter M. Kariadi bersama delapan orang karyawan rumah sakit lainnya gugur sebagai pahlawan dalam masa pertempuran ini. Berhubung dengan itulah maka setiap tahun pertempuran lima hari di Semarang diperingati di rumah sakit ini. Kedatangan NICA di kota Semarang tidak dapat ditahan lagi. Banyak dokter dan karyawan perawatan yang meninggalkan kota menuju daerah – daerah Republik. Kemudian banyak di antara mereka mendapat kedudukan yang baik di kalangan militer dan dibidang pemerintahan. Tetapi karyawan lainnya masih diizinkan tetap tinggal di rumah sakit sebagai non kooperator. Mereka tetap republikein di tengah – tengah kekuasaan NICA. Berhubung dokter Buntaran sudah lebih banyak berada di Jakarta, maka sejak tahun 1945 sampai dengan 1948 rumah sakit ini dipimpin oleh dr. Soekarjo.
  • Periode 1950 – sampai sekarang
Sesudah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia maka rumah sakit ini berganti nama menjadi R.S.U.P. singkatan dari RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Semarang, dan sejak tanggal 14 April 1964 diganti menjadi RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI ( SK. Menteri Kesehatan No. 21215/Kab/1964 ).Mulailah para pemimpin rumah sakit memikirkan perkembangan dan pembangunan Rumah Sakit sesuai dengan tuntutan alam kemerdekaan.jumlah penduduk yang makin bertambah, pengertian masyarakat tentang kesehatan yang makin meningkat serta kemajuan dibidang ilmu pengetahuan kedokteran menuntut perlu segera penambahan – penambahan fasilitas, tetapi di pihak lain, keuangan pemerintah belum memungkinkan, maka pimpinan rumah sakit selalu dihadapkan kepada persoalan yang rumit.

Pelayanan Unggulan

  • 1. Bedah Epilepsi
Tindakan operasi pada Epilepsi Lobus Temporalis (ELT), dulu disebut epilepsi psikomotor, merupakan bentuk epilepsi yang paling banyak dan paling sering menjadi kebal obat atau refrakter, yaitu lobektomi temporalis anterior, termasuk amigdalohippokampektomi.
  • 2. Geriatri
Asesmen Geriatri : Dalam pengelolaan pasien geriatri diperlukan pendekatan holistik (utuh menyeluruh) dan tidak berorientasi pada suatu sistem organ, misalnya: jantung, hati, ginjal atau paru saja. Evaluasi paripurna dilakukan oleh tim pengkaji (asesmen) geriatri yang terdiri dari : • Dokter ahli penyakit dalam (konsultan geriatrik) • Dokter ahli rehabilitasi medik • Dokter ahli jiwa • Perawat geriatri • Tim rehabilitasi medik (fisioterapis, okupasi terapis) • Psikolog • Pekerja sosial • Ahli gizi
Tim ini dapat meminta bantuan pada para ahli lain dari berbagai disiplin ilmu bila dibutuhkan misalnya dokter spesialis saraf, mata, gigi, THT, kandungan, bedah, saluran kemih, dan bedah tulang. Pengkajian yang paripurna harus dilakukan dalam memutuskan yang terbaik bagi pasien dan menghindarkan tindakan-tindakan serta obat-obatan yang belum diperlukan.
  • 3. Leptospira :
a. Rapid Diagnostic Test: Pemeriksaan serum penderita tersangka/suspect leptospirosis (Hasil Selesai dalam waktu 30 menit)
b. Kultur Leptospira: Pasien suspect leptospirosis dilakukan pengambilan spesimen : Darah, urine, biopsi jaringan ( Hasil selesai dalam waktu 1 minggu – 2 bulan)
c. Microscopic Agglutination Test (MAT): Pemeriksaan serum pasien suspect leptospirosis untuk menentukan strain penyebab (Hasil selesai dalam waktu 1 – 2 hari)
d. Molekuler dengan teknik Polimerase Chain Reaction (Mulai bulan Februari 2012): Teknik terbaru untuk diagnosis leptospirosis stadium akut (Hasil selesai dalam waktu 1 – 2 hari)

Pelayanan Menonjol

  • 1. Operasi Transplantasi Ginjal.
  • 2. Operasi Transplantasi Sumsum Tulang.
  • 3. Operasi Penyesuaian Kelamin.
  • 4. Operasi Kembar Siam.
  • 5. Operasi Jantung Terbuka.
  • 6. Operasi Prothesa Penis.
  • 7. Operasi Cangkok Hati.
  • 8. Team Hospital Infection.

Fasilitas

  • 1. Rawat Jalan.
  • 2. Rawat Inap.
  • 3. Rawat Intensif.
  • 4. Rawat Darurat.
  • 5. Unit Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah.
  • 6. Unit Geriatri.
  • 7. Paviliun Garuda.
  • 8. Rehabilitasi Medik.

Fasilitas Penunjang

  • 1. Radiologi.
  • 2. Pusat Diagnostik Klinik.
  • 3. Laboratorium.
  • 4. Farmasi.

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs resmi
  • Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi. Artikel 29 Mei 2008. Suwarjoko.
  • Humas dan Pemasaran RSUP Dr. Kariadi. Edit Januari 2013, Suprih Rustanto.
Rumah sakit swasta Santosa berkedudukan di kota Bandung. Rumah sakit ini berkapasitas 400 tempat tidur dengan standar internasional. Luas lahan adalah 1,3 Ha dengan total luas bangunan 36,000 m2, terdiri terdiri dari 9 lantai dan 2 basement untuk parkir. Didukung oleh lebih dari 200 dokter, diantaranya 60 dokter full time, tenaga medis dan paramedis yang terlatih dan profesional. Rumah sakit ini bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dan juga menjalin kolaborasi dengan institusi/rumah sakit di luar negeri seperti Victoria Hearth Centre - Epworth Hospital Melbourne, Australia , SingHealth (Singapore General Hospital, National Neuroscience Institute, National Heart Centre of Singapore, National Cancer Centre, KK Women & Children Hospital Singapore, National Eye Centre); National Healthcare Group Singapore (National University Hospital, Tan Tock Seng Hospital) dan Parkway Healthcare Group (Mt. Elizabeth Hospital, Gleneagles Hospital dan East Shore Hospital).

Daftar isi

Sejarah

Rumah sakit ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) pada tanggal 4 November 2006.

Fasilitas

Layanan unggulan di rumah sakit ini adalah:
  • Neuroscience Centre (Pusat Pengobatan Penyakit Saraf & Stroke),
  • Cardiac Centre (Pusat Pengobatan Penyakit Jantung & Pembuluh Darah),
  • Minimally Invasive Surgery (Bedah Laparoskopi)
  • Skin Health & Beauty Centre
Fasilitas lainnya yang tersedia di Santosa Hospital yaitu
  • studio apartment untuk keluarga pasien,
  • healing garden (taman penyembuhan)
  • helipad untuk evakuasi pasien melalui udara.

Penghargaan

Santosa Hospital telah mendapatkan sertifikat 'Penuh Tingkat Lengkap dari Departemen Kesehatan RI dan sekarang telah terakreditasi internasional oleh JCI (Joint Commission International).

Pranala Luar

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan adalah sebuah perguruan tinggi swasta berbasis sekolah tinggi yang berlokasi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sekolah tinggi ini dikelola oleh Yayasan Suaka Insan Suster-Suster Santo Paulus dari Chartres (SPC).
Untuk saat ini STIKES Suaka Insan membuka 2 program Studi, yakni:
  1. Diploma III Keperawatan (D III)
  2. Sarjana Ilmu Keperawatan (S1)
STIKES Suaka Insan berada di Komplek Suaka Insan (satu kawasan dengan Rumah Sakit Suaka Insan, Yayasan Suaka Insan SPC, Susteran SPC dan STIKES Suaka Insan).

Sejarah

Tidak lepas dari berdirinya Rumah Sakit Suaka Insan di Banjarmasin, pada tahun 1970, maka berdirilah sekolah keperawatan Suaka Insan.
  • Sekolah Penjenang Kesehatan Umum / SPKU (1972 – 1979)
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga keperawatan di Rumah Sakit Suaka Insan dan memberi kesempatan pendidikan kejuruan bagi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan membantu pemerintah dalam menyediakan tenaga perawat.
Program ini meluluskan 4 (empat) angkatan dan 99,5% dari mereka telah mengikuti "Suplemantary Tranning" selama 1 (satu) tahun sehingga pendidikan mereka sejajar dengan Pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Peserta pendidik direkrut dari pedalaman Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
  • Sekolah Perawat Kesehatan / SPK (1981 – 1995)
Peserta didik berasal dari lulusan SMP atau sederajat. Dimana program ini telah meluluskan 14 (empat belas) angkatan. lulusan aktif bekerja di instansi kesehatan baik di pemerintahan dan swasta, dimana setiap tahun dari 20-25% lulusan SPK menjadi tenaga perawat di Rumah Sakit Suaka Insan.
Dalam Rangka mendukung program pemerintah dan menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi, 60% dari semua bidan lulusan SPK Suaka Insan telah mengikuti dan menyelesaikan program pendidikan kebidanan program A di sekolah-sekolah yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Atas kepercayaan pemerintah juga maka Sekolah Perawat Suaka Insan dipercaya untuk menyelengarakan program Pendidikan Bidan A dan C.
Setelah kurun waktu 12 tahun Sekolah Perawat Suaka Insan berubah status dari Jenjang Pendidikan Menengah (JPM) menjadi Jenjang Pendidikan Tinggi (JPT).
  • Akademi Keperawatan Suaka Insan / AKPER Suaka Insan (1995 - 1997)
Dengan Keluar Surat Keputusan Mnteri Kesehatan RI No.HK.00.06.1.1.4798, tanggal 1 Desember 1994, Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Suaka Insan mendapat izin konversi secara resmi menjadi Akademi Keperawatan (AKPER) Suaka Insan.
AKPER Suaka Insan mulai menerima mahasiswa angakatan pertama pada tahun ajaran 1995/1996. setelaha meluluskan 2 (dua) angkatan, AKPER Suaka Insa pada bulan Maret 2000 terakreditasi Strata A.
Hingga tahun 2006 AKPER Suaka Insan telah meluluskan 11 Angkatan.
  • STIKES Suaka Insan (2007 sampai sekarang)
Akhirnya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat serta kemajuan zaman, tanggal 19 Oktober 2006 sesuai dengan SK Mendiknas No. 244/D/O/2006, AKPER Suaka Insan menjadi STIKES Suaka Insa, dan mendapat perpanjangan Izin penyelenggaraan Program Studi dengan SK Mendiknas Nomor 27/10/D/T/K-XI/2009, dengan nama STIKES Suaka Insan.
Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) adalah rumah sakit yang terletak di Kota Bandung, tepatnya di jalan Pasteur nomor 38 Bandung 40161. Rumah sakit ini merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk perusahaan jawatan[1]. Sebelumnya rumah sakit ini bernama RS Rancabadak. Nama tersebut masih sering digunakan oleh masyarakat Bandung dan masih tampak dalam logonya yang berupa gambar badak yang sedang berendam di ranca (rawa dalam bahasa Sunda). Rumah sakit ini sekarang dipimpin oleh seorang direktur utama yaitu Prof. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp.A. (K), Ph.D.

Sejarah

RS Hasan Sadikin dibangun pada masa penjajahan Belanda sejak tahun 1920 namun baru diresmikan tanggal 15 Oktober 1923. Namanya saat itu adalah Het Algemeene Bandoengche Ziekenhuis, dan kemudian diubah pada tahun 1927 menjadi Gemeente Ziekenhuis Juliana. Kapasitas RS waktu itu baru 300 tempat tidur.
Pada zaman penjajahan Jepang, RS ini berubah fungsinya menjadi RS Militer Jepang dengan nama Rigukun Byoin sampai kemerdekaan RI tahun 1945. Walaupun saat itu Indonesia sudah merdeka, RS ini masih dikuasai oleh Belanda, dan sampai tahun 1948 fungsinya menjadi RS Militer Belanda. Baru pada tahun 1948, RS Rancabadak kembali digunakan untuk umum atau sudah menjadi milik RI di bawah naungan Kota Praja Bandung. Ketika itu pimpinannya masih orang Belanda, W.J. Van Thiel yang menjabat sampai 1949. Setelah itu, baru dipimpin oleh orang Indonesia, yaitu dr. H.R. Paryono Suriodipuro, sebagai direktur pertama dari Indonesia.
Tahun 1954, menteri kesehatan menetapkan RS ini menjadi RS Provinsi dengan status langsung di bawah Departemen Kesehatan. Tahun 1956 ditetapkan menjadi RS Umum Pusat dengan kapasitas tempat tidur 600 pasien.
Nama Hasan Sadikin, yang mulai dipakai pada tahun 1967, berasal dari salah satu mantan direkturnya, yaitu Dr. Hasan Sadikin. Ketika ia sedang menjabat menjadi direktur tersebut, menteri kesehatan pada saat itu memintanya untuk mengubah nama rumah sakit yang dipimpinnya. Tetapi permintaan tersebut tidak sempat dipenuhinya karena dalam usia relatif masih muda ia meninggal dunia tanggal 16 Juli 1967 akibat penyakit yang dideritanya. Untuk mengenang jasa-jasanya sebagai dokter yang penuh dedikasi dan telah turut berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan RI, pemerintah pada tanggal 8 Oktober 1967 menetapkan namanya sebagai nama baru rumah sakit ini. Sehingga mulai saat itu sampai sekarang, nama rumah sakit ini menjadi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, disingkat RSHS.
Kini di usianya yang ke 89, RSHS statusnya telah menjadi rumah sakit umum pusat (RSUP) dan telah memiliki gedung megah yang sudah mirip dengan RS standar internasional di luar negeri[2] serta telah menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Jawa Barat. Rumah sakit ini juga menjadi rumah sakit tempat praktik bagi para mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Padjadjaran dan beberapa sekolah keperawatan.

Referensi